Showing posts with label cerita lucu. Show all posts
Showing posts with label cerita lucu. Show all posts
Friday, January 11, 2013 1 comments

cerita rakyat sulawesi selatan- GOA MAMPU


   Jangan pernah mengancungkan telunjukmu ke muka seseorang. Sebab kamu akan mengalami nasib yang sama dengan penduduk sebuah desa purba dikaki Gunung Mampu. Desa yang terletak di Kabupaten Bone, belahan timur propinsi Sulawesi Selatan. Desa purba itu kini telah punah. Seluruh penduduknya mati menggenaskan kena kutuk dewa. Bagaimana kisahnya ? mari kita ikuti bersama :
          
            Kokok ayam jantan berkumandang. Pagi menjelang. Satu-persatu penduduk desa purba keluar rumah menuju sawahnya masing-masing. Hawa dingin menusuk tulang. Kicau burung bersahutan. Areal persawahan terhampar luas dibawah bayang Gunung Mampu yang tinggi menjulang. Anak beranak berjalan beriringan menyusur pematang. Dalam sekejap rumah-rumah di desa purba menjadi senyap. Dimusim tanam padi seperti ini, orang malu berdiam dirumah.        Kecuali disebuah rumah panggung diujung jalan desa tepat ditepi hutan.
Dengan malas, Lapute beranjak dari pembaringannya. Ayah ibunya sudah berangkat kesawah. Bahkan kini di desa tersebut, tinggal dia satu-satunya manusia yang masih berada dirumahnya pagi itu.
            Aaaaahhgggg…. ! Lapute menguap.
            ia berjalan menuju perigi untuk mandi. Selanjutnya bersalin pakaian dan berdandan. Rutinitas yang dilakoninya setiap hari. Lapute sadar betul dengan anugerah kecantikan wajah dan kemolekan tubuh yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Maka dari itu, ia merasa wajib untuk menjaganya. Tepatnya menonjolkan kelebihannya itu.
            Lapute adalah kembang desa Purba. Ia ibarat tumbuhan yang hijau segar daunnya, merah merona bunganya dan harumnya berhembus dibawa angin kemana-mana.  Lapute adalah gadis yang tengah berada dipuncak pesona. Bibirnya bak gunung berkawah cekung. Lentik matanya seolah mampu menahan sebatang lidi untuk tidak jatuh bila diletakkan diatasnya. Tapi sayang, sayang seribu sayang. Seperti tipikal seluruh penduduk desa purba pada umumnya, Lapute juga memiliki sifat deging. Egois dan berkepala batu.
            Bukan rahasia lagi diseantero jazirah bugis kala itu. Penduduk desa purba terkenal dengan tabiat kepala batunya. Jangan sekali-kali mengajak mereka berdebat tentang sesuatu hal. Bila pun terpaksa, usahakan menjaga jarak dari mereka paling kurang dua langkah kaki rusa yang tengah dikejar macan.
Kawan, penduduk desa Purba jika berdebat dengan orang lain begitu gemar mengancungkan telunjuknya kepada lawan bicaranya. Telunjuk itu mengayun serupa kapak membelah kayu ke jidat orang. Berkali-kali, tanpa henti. Maka pada zaman itu, desa-desa lainnya segan menaruh persolan dengan penduduk desa purba.
Matahari sudah hampir sejajar dengan kepala. Lapute berhenti mematut-matut dirinya didepan cermin. Sebentar lagi ibunya pulang untuk memasak, sebelum kembali lagi kesawah membawa bekal makan siang untuk ayahnya. Lapute tak mau ibunya menyaksikannya berlaku malas.
Ia kemudian menggelar alat tenunnya. Bersiap menyelesaikan sehelai kain yang cukup untuk dijadikan dua lembar sarung buat ibu bapaknya. Ia telah berjanji kepada mereka akan menyelesaikan tenunan itu. Janji sekaligus alasan yang membebaskannya dari keharusan bekerja disawah seperti teman-teman gadisnya yang lain. Pekerjaan sawah membuat kulit mereka gosong. Kuku-kuku berubah hitam dan rambut kering berantakan. Lapute secara teliti mengukur waktu kerjanya, agar tenunannya selesai bersamaan dengan berakhirnya musim tanam. Dengan begitu tak ada alasan kedua orangtuanya untuk memaksa ia membantu mereka disawah.
Selain cantik, Lapute rupanya juga seorang gadis yang cerdik.
Rutinitas Lapute itu tak berubah. Berlansung hari demi hari dimusim tanam itu. Sama seperti hari ini. Matahari bersinar garang. Membuat hawa didalam rumah berubah gerah. Lapute pun memindahkan alat tenunnya keteras rumah. Dimana angin bertiup semilir menyejukkan. Hawa sejuk pelan-pelan mengusap wajahnya. Kepala Lapute terantuk-antuk menahan kantuk. Tak sadar ia tertidur. Didalam tidurnya tanpa sengaja ia menendang jatuh alat tenunnya ketanah
Lapute terbangun dari tidurnya mendengar suara alat tenunnya menimpa tanah.
Aiiiiiihhhhh… keluhnya dalam hati.
Rasa kantuk yang tersisa menahan niatnya untuk turun ketanah mengambil alat tenunnya kembali. Dengan tetap berbaring seperti semula, Lapute memilih untuk berteriak meminta bantuan orang lain. Siapa tahu ada orang lewat yang mendengarnya.
“ Oeeeeeeee !!! tolong ambilkan alat tenunku dibawah rumah ! “ teriak Lapute
Lapute mengulang sampai tiga kali teriakannya. Hatinya kesal karena tak sebatang hidung pun terlihat datang untuk memenuhi permintaannya. Dengan nada main-main ia pun mengulang teriakannya. Kali ini ia mencoba menawarkan hadiah kepada orang yang bisa menolongnya. Ia sendiri tak serius dengan janjinya itu. Namun apa salahnya dicoba ? Siapa tahu berhasil ? Demikian pikir Lapute.
“ Oeeeeee ! yang menolongku mengambil alat tenun dibawah rumah akan kuberi hadiah ! “ teriak Lapute. Tanpa pikir panjang akan akibat perkataannya, ia melanjutkan sambil tersenyum jahil “ yang menolongku akan kujadikan suamiku “
Terdengar bunyi langkah kaki dari bawah kolong rumah. Lalu suara-suara yang mengangkat perangkat alat tenun. Derik anak tangga berbunyi satu persatu saat penolong itu melangkah naik keatas rumah.
Alangkah terkejutnya Lapute melihat sosok yang menolongnya membawa alat tenun keatas rumah. Muka lapute pias. Pucat serupa mayat. Sosok penolong itu setinggi diri lapute. Sekujur badannya ditumbuhi bulu-bulu berwarna coklat kemerahan. Panjang dan lebat. Tampak ekornya yang panjang menjuntai menyentuh lantai rumah. Mukanya bukan muka manusia. Mukanya, muka seekor kera.
Sang penolong itu adalah seekor Kera besar yang menakutkan. Lapute sontak berdiri hendak melarikan diri. Namun urung begitu mendengar sosok kera besar itu menegurnya. Sungguh aneh. Kera itu mampu bercakap seperti manusia.
“ Hei. Kamu mau kemana ? bukankah kamu sudah berjanji akan memberi hadiah bagi yang menolongmu membawa naik alat tenunmu ini “ ujar kera besar itu mengingatkan
Lapute gugup. Perasaannya campur aduk. Takut, kecewa, heran.
“ Tatatata…tapi..kamu bububu..kan manusia “ ujar Lapute gugp sambiil mengancungkan telunjuknya kearah muka kera.
Wajah kera berubah masam. “ Memang bukan. Tapi apakah kau ingat dengan ucapan mu tadi. Kamu tidak mengatakan akan menikah dengan manusia yang membawakan alat tenunmu. Tapi kamu mengatakan ‘ yang membawakan alat tenunku’. Kamu jangan ingkar janji Lapute“
 Badan Lapute mengigil-gigil. Ia adalah kembang desa purba. Gadis tercantik diantara yang cantik. Tamat sudah hidupnya membayangkan dirinya bersuamikan seekor kera. Seekor kera tetaplah kera, walau bisa berbicara seperti manusia.
Mengingat posisinya yang rumit itu, Lapute mencoba menyelamatkan masa depannya. Apa jadinya anak keturunannya kelak jika bapak mereka seekor kera. Lapute memberanikan diri untuk membantah perkataan kera besar itu. Sifat kepala batunya mencuat. Pendapat kera besar itu ditentangnya habis-habisan.
“ Kamu pasti salah mendengar perkataanku tadi. Jelas-jelas akau mengatakan ‘ barang siapa manusia yang membawakan alat tenunku’. Jadi kamu tidak termasuk didalamnya wahai kera jelek “ bantah Lapute. Tak lupa ia mengancung-ancungkan jari telunjuknya kearah muka kera besar itu untuk mempertegas ucapannya.
“ Kamu berbohong lapute ! “ kera itu bersikeras dengan keyakinannya.
“ Tidak ! kamu yang bohong. Kamu mencoba memanfaatkan situasi ini ! Dasar kera tidak tahu diri ! “ Lapute balik membantah dengan keras. Tetap dengan jari telunjuk yang terancung kemuka kera.
Mereka berdua memegang pendapatnya masing-masing. Lapute tetap tak mau mengalah.
“ Aku lebih baik menjadi batu daripada harus bersuamikan dirimu wahai kera jelek ! “ kata Lapute akhirnya.
Tiba-tiba – seperti lazimnya sebelum sebuah peristiwa luar biasa terjadi-  petir menggelegar membelah angkasa. Kera besar itu berubah ke wujud aslinya. Rupanya ia seorang dewa yang menyamar menjadi seekor kera. Tubuhnya lalu terangkat, melayang tinggi ke udara. Sebelum menghilang, dewa itu mengeluarkan suara keras yang menggema.
“ Hai Lapute ! karena kamu ingkar janji, maka kamu kukutuk menjadi batu seperti keinginanmu ! Dan sejak hari ini, barang siapa penduduk desa Purba yang mengancungkan telunjuknya kepada orang lain, maka orang yang ditunjuknya itu akan berubah menjadi batu ! “
Dalam sekejap, Lapute pun berubah menjadi batu.
Matahari kembali keperaduan. Penduduk desa menghentikan pekerjaannya disawah dan  kembali kerumah masing-masing. Sesampai diteras rumahnya, kedua orang tua Lapute terkejut tidak kepalang. Anak kesayangan mereka ditemukan dalam bentuk onggokan batu. Tangis mereka pecah. Lalu mereka terlibat dalam pertengkaran hebat. Saling menyalahkan satu sama lain sebagai penyebab kejadian mengerikan itu.
“ Ini salahmu ! “ maki bapak Lapute pada istrinya. “ Coba seandainya kamu pulang cepat kerumah tadi sore “
Istrinya tak mau kalah. Balas memaki suaminya “ Tidak ! ini salahmu. Kamu yang melarangku untuk pulang cepat “
Keduanya berbalas maki sembari saling mengacungkan telunjuknya kemuka satu sama lain. Serentak keduanya juga ikut berubah menjadi batu kena tulah kutukan dewa.
Penduduk desa yang sempat mendengar tangis dan pertengkaran kedua orang tua Lapute datang berbondong-bondong menuju kerumah itu. mereka terpaku menyaksikan pemandangan tiga sosok anak beranak yang telah berubah menjadi batu. Penduduk desa ramai memperdebatkan kejadian aneh itu. Masing-masing bersikukuh dengan dugaannya. Pertengkaran sesama penduduk desa jadi tak terelakkan. Seperti kebiasaan mereka setiap kali bertengkar, tak lupa sambil mengacungkan telunjuk kemuka lawan debatnya. Dalam tempo singkat semuanya ikut kena kutukan dewa. Seisi desa berubah menjadi batu tanpa kecuali.
Beberapa waktu kemudian desa tanpa penghuni itu terkena bencana tertimbun longsoran dari gunung Mampu. Tepat dibawah longsoran itu kemudian mengalir sungai bawah tanah berkelok-kelok melintasi tempat dimana desa itu (dulu) berada. Air sungai itu beratus tahun selanjutnya menyusut kering. Dan terowongan bekas alirannya berubah menjadi gua dengan banyak ornamen batu yang menyerupai arca manusia dalam beragam bentuk. Orang-orang di zaman modern ini menamainya Gua Mampu.

(Dongeng rakyat Sulawesi Selatan)

Makassar, awal Juni 2009
Tuesday, December 25, 2012 1 comments

cerita lucu pilihan-Zodiac dan ciuman khasnya




Ternyata bukan cuma masalah kepribadian saja yang bisa ditilik lewat astrologi. Karena yang namanya gaya berciuman seseorang pun, baik itu yang romantis, hangat atau bahkan kasar sekalipun, bisa diketahui lewat bintangnya.
Penasaran ingin segera mencocokkan bintang dengan gaya berciuman Anda ? Atau mungkin ada gaya yang lain ?. Ketimbang bingung simak saja dulu yang berikut ini :
## Aquarius
Warga Aquarius ternyata memiliki ciuman yang basah dan agak serabutan. Selain itu, pada saat ciuman berlangsung mereka umumnya cenderung membuka mata lebar-lebar.
## Pisces
Orang-orang dengan bintang berlambang ikan ini memiliki gaya berciuman pandangan mata tajam, penuh nafsu dan gairah, serta wow ..berlangsung cukup lama!
## Capricorn
Ciuman-ciuman yang didaratkan oleh orang-orang berbintang Capricorn kabarnya sangat-sangat romantis. Bahkan saking romantisnya, ciuman ala mereka kerap menjadi obat pembunuh stress!
## Aries
Orang-orang Aries ternyata memiliki gaya berciuman yang cepat dan penuh dengan nafsu. Tapi sayangnya ciuman dahsyat tersebut biasanya cepat pula selesainya.
## Taurus
Berbeda dengan mereka yang berada di bawah naungan Taurus, dimana ciuman mereka umumnya berlangsung sangat perlahan, tidak tergesa-gesa, tenang, penuh kemesraan dan berlangsung terus …. terus … dan terus…. awas nabrak hehehe…
## Gemini
Orang-orang Gemini konon merupakan pribadi yang hangat dan ceria. Tidak heran jika gaya berciuman mereka terkadang diselingi oleh senyuman bahkan juga tawa lebar. Asyiknya, sifat warga Gemini yang terkenal gemar melakukan sesuatu yang baru itu pun dilakukannya dalam melakukan ciuman, ah yg bener… Jadi banyak kejutannya!
## Cancer
Warga Cancer memang terkenal dengan sikapnya yang hati-hati, agak tertutup dan cenderung ingin selalu dilindungi. Tak heran jika dalam urusan berciuman mereka lebih suka melakukannya dengan lembut, hangat, dan akhirnya seperti tidak mau lepas saja!
## Leo
Orang-orang Leo yang terkenal keras dan tegas ternyata memiliki gaya berciuman yang liar, tanpa malu-malu, bahkan tidak segan-segan untuk menggigit dan melumat habis bibir pasangannya !
## Virgo
Warga Virgo memiliki gaya berciuman yang halus, lembut, rapi, tetapi lama-kelamaan menghanyutkan, menggairahkan dan menggelorakan ! sampai-sampai sang pasangan pun bakal terkesima dibuatnya.
## Libra
Gaya berciuman warga Libra konon kurang hangat! Kenapa ??? Karena mereka pada umumnya terlalu khawatir dengan urusan macam-macam di luar hasrat mereka. Belum lagi, mereka gemar menghela nafas di tengah-tengah ciuman.
## Scorpio
Percaya atau tidak, orang-orang di bawah naungan Scorpio rupanya tidak terlalu suka dengan ciuman, ha…ha…ha…mau nya langsung. Karenanya, jangan kaget apabila dalam sebuah hubungan intim mereka kerap melewatkan aktivitas yang satu itu dan lebih suka langsung menuju sasaran…! hayo, siapa nich yang Scorpio ?
## Sagitarius
Hmmm … berbahagialah Anda yang berbintang Sagitarius atau pun yang memiliki pasangan dengan bintang ini. Pasalnya, mereka yang berbintang dengan lambang busur panah ini memiliki gaya berciuman yang mengejutkan, spontan, dan …. menggairahkan. Tak heran jika konon banyak orang yang menanti-nanti ciuman ala si Sagitarius ini.

0 comments

cerita lucu pilihan-kalau tidak hamil di coba lagi yah?




 “Siapa si bedebah itu,” jerit sang ayah, sedangkan si ibu menangis.
“Suruh dia datang kesini!”
Si anak pun menelepon pria yang menghamilinya.
Setengah jam kemudian sebuah mobil Ferrari merah berhenti di depan rumah.
Seorang lelaki separuh baya keluar dari mobil, memberi salam lalu masuk kerumah.

Lelaki itu berhadapan dengan ibu dan ayah perempuan yang telah dihamilinya.
Dia berkata, “Saya lelaki yang telah menghamili anak anda. Tapi terus terang saya katakan saya tidak dapat menikahi anak anda karena isteri saya tak mengizinkan"

Namun bagaimanapun, saya akan bertanggung jawab. Sekiranya jika anak anda melahirkan seorang bayi perempuan saya akan wasiatkan untuknya dua buah supermarket,
sebuah hotel dan uang tunai 5 milyar rupiah.
nurcahyono: Sekiranya jika dia melahirkan anak lelaki saya akan wasiatkan untuknya dua buah kilang minyak, dua buah supermarket, dua buah hotel dan uang tunai 10 milyar rupiah.

Tapi sekiranya jika anak anda keguguran apakah yang harus saya lakukan?”

Sang ayah berfikir. Si ibu berhenti menangis.

Akhirnya sambil menepuk bahu lelaki itu, sang ayah berkata,

“Kalau keguguran, kamu coba lagi ya !!
Hai, Saya sperma !
Seekor sperma yang baru lahir sedang diajar oleh instrukturnya:
"Begitu kamu disemprot keluar, lari sekencangnya sampai ke ujung gua dan kamu akan ketemu bulatan merah bernama telur.

Deketin dia dan bilang: "Saya sperma."

Dan dia akan bilang: "Saya telur."

Dari situ kamu akan mulai bikin calon anak. Mengerti?". Si sperma mengangguk dengan mantapnya.

Dua hari kemudian waktu lagi asik molor tiba-tiba dia disemprot keluar. Langsung aja dia lari sekencangnya dan teman-temannya ketinggalan dibelakang.

Akhirnya dia duluan sampai di bulatan merah dan dia memperkenalkan dirinya: "Hi, saya sperma."

Si bulatan merah jawab: "Hi juga, saya amandel... slm kenal yach.."

0 comments

cerita lucu pilihan-K O I N COBAAN ALLAH




Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.

Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat kepadaNya, Tuhan sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.
0 comments

cerita lucu pilihan-KENTUT



Perbuatan yang satu ini memang menyenangkan dan memuaskan bagi pelakunya. Namun tidak demikian bagi yang kedapatan mendapati efek samping.. eh.. belakangnya. Sekali mak bruut…. sekumpulan orang nongkrong bisa buyar. Menjijikkan memang, tapi sekaligus enak tiada tara. Buat orang lain baunya bisa bikin muntah, tapi jika itu dicium oleh si pelakunya, terasa bak mencium aroma Dji sam soe kadar nikotin 30 mg, tanpa filter…. mak sesss.
Namun meskipun dibenci, di dunia medis barang yang satu ini kadangkala menjadi barang yang ditunggu-tunggu oleh pasien. Contohnya pasien pasca operasi. Biasanya dokter baru membolehkan si pasien minum maupun makan manakala sudah mendapat laporan dari si pasien bahwa brutunya sudah mengeluarkan barang ghaib ini.
Demikian halnya dalam masalah kesehatan. Jika seseorang tidak bisa ‘ngebret’ dalam sehari, hampir bisa dipastikan blodhotnya gak sehat. Perlu diketahui juga, bahwa salah satu yang ditanyakan kepada pasien yang diduga terkena ileus adalah apakah hari itu pasien bisa ngenthut apa tidak…
Jadi kenthut dalam hal ini sebenarnya merupakan suatu nikmat yang diberikan Sang Pencipta kepada kita agar kesehatan perut kita terjaga. Hanya saja dalam hal pembuangannya perlu diperhatikan adab tata caranya. Jangan asal ngeden, asal ‘ngobrot’, asal mbuang, tapi banyak hidung disekitarnya protes.
Masalah kenthut inipun ternyata diatur juga oleh Rasulullah saw. Yakni manakala ada yang kenthut saat pengajian bersama Rasul, banyak hadirin yang ngakak terbahak-bahak. Saat itupun Rasulullah saw menegur mereka yang tertawa. Isi tegurannya adalah, mengapa mereka menertawakan sesuatu yang sebenarnya tidak pantas ditertawakan? Tapi ini bukan merupakan dalil bagi si pengenthut agar sembarangan saja mbenjret dimana-mana tempat. Tapi merupakan pelajaran bahwa tertawa itu harus pada tempatnya. Sedangkan bagi pengenthut sendiri, tentunya ada pelajaran lainnya. yakni tidak menyengsarakan pernafasan banyak hidung.
Guru simbah mengajarkan bahwa kenthut itu merupakan gambaran harta manusia. Yakni tidak semua yang dia miliki itu harus dikangkangi semua, namun harus ada yang dikeluarkan. Jika tidak dikeluarkan -dalam hal ini diinfakkan- maka bisa jadi penyakit. Dan kalau sudah dikeluarkan jangan disebut-sebut lagi alias diundat-undat.
Bayangkan jika tidak kenthut, mesti bikin tidak sehat. Dan jika sudah mbrojol keluar, jangan disebut! Malahan biasanya orang yang kenthut akan diem saja manakala ada oknum yang nemu kenthutnya. Nah infak harta juga begitu. Jika harta kita sudah diinfakkan, Insya Allah harta kita jadi sehat. Dan jangan pedulikan lagi infak yang sudah kita keluarkan… biarlah ditemu orang lain agar dimanfaatkan. Merasa malulah jika kita berkoar-koar bahwa kita sudah infak ini dan itu, sebagaimana malunya kita sudah kenthut di tengah acara arisan ibu-ibu…..

 
;